Senin, 09 Januari 2012

MATERI BAB II. SISTEM REPRODUKSI

A. Alat Kelamin Pria
     Secara lebih jelas, alat reproduksi pria dapat dilihat pada gambar berikut:

Alat reproduksi pria dibedakan menjadi 2, yaitu:
1. bagian luar : penis dan scrotum
2. bagian dalam : a. kelenjar vesika seminalis (seminal vesicle), kelenjar prostat, dan kelenjar cowperi
                           b. saluran epididimis, vas deferens, ejaculatorius, dan uretra
                           c. testis
  • SEL SPERMA
       Pria menghasilkan sel sperma seumur hidup. Sel sperma dibentuk di testis dan berwarna merah, serta berukuran mikro. Sel sperma akan dikeluarkan bersama dengan cairan semen dari vesika seminalis. Cairan semen sendiri berwarna putih, lengket, dan berlendir. Dalam 1 ml cairan semen mengandung kurang lebih 20 juta sel sperma. Berikut bentuk dari sel sperma:

Sel sperma terbagi menjadi 3 bagian yaitu:
1. kepala (head) : untuk menembus ovum
2. leher/tengah (middle piece): sumber energi
3. ekor (tail): untuk alat gerak

B. Alat Reproduksi wanita
     Alat reproduksi pada wanita  juga terbagi menjadi 2 macam:
    1. bagian luar : labia mayora, labia minora, selaput dara, mons veneris, dan klitoris
    2. bagian dalam : ovarium, oviduct/tuba fallopi, uterus/rahim, dan vagina
   Untuk lebih jelasnya, lihat yuks gambar berikut:
 Pada gambar belum ada keterangan tentang selaput dara (himen) dan mons veneris (mons pubis), jadi liat lagi gambar di bawah ini, semoga lebih paham :)

Gambar alat reproduksi wanita bagian dalam dapat dilihat pada gambar berikut:


 Sedangkan fungsi masing2 alat baik pada pria maupun wanita bisa dilihat pada tabel berikut:

Alat kelamin pria
Alat kelamin wanita
luar
dalam
luar
dalam
1. penis = untuk alat
persetubuhan
1. testis = untuk membentuk sperma & h. testosteron
1. labia mayora = bibir tebal
1. Ovarium = tempat membentuk ovum

2. epididimis = tempat pematangan sperma & penampungan sementara
2. labia minora = bibir kecil
2. oviduct (tuba fallopi) = tempat fertilisasi

3. vas deferens = saluran sperma
3. selaput dara (himen)
3. uterus (rahim) = tempat embrio

4. vesika seminalis = kantong sperma
4. mons veneris
4. vagina = jalan masuknya sperma

5. uretra = saluran di sepanjang penis
5. klitoris = tonjolan kecil pada labia mayora


6. kelenjar prostat & Cowperi




  • OVUM (SEL TELUR)
       Wanita menghasilkan ovum tiap bulan sekali atau kurang lebih 28 hari sekali di ovarium dan berjumlah 1-2 ovum. Setelah ovum matang maka akan dikeluarkan ke oviduct (OVULASI) dan di tempat ini, ovum menunggu sperma 2x 24 jam. Jika ada sperma masuk maka akan terjadi pembuahan (fertilisasi) dan jika tidak maka akan mati dan dikeluarkan yang dinamakan dengan proses menstruasi. Wanita mengalami mens sampai umur kurang lebih 45 th, selebihnya akan berhenti (menopause). Bentuk ovum dapat dilihat pada gambar di bawah ini:
  • PROSES PEMBENTUKAN SPERMA DAN OVUM
Gambar berikut ini adalah proses pembentukan sperma (spermatogenesis):

 Sedangkan proses pembentukan ovum (oogenesis) dapat dilihat pada gambar di bawah ini:



    Pembentukan sperma (spermatogenesis) menghasilkan 4 sel sperma yang fungsional, sedangkan pembentukan ovum (oogenesis) menghasilkan 1 ovum yang fungsional & 3 lainnya mati (polar body).

  • FERTILISASI
      Fertilisasi adalah proses bertemunya sperma dan ovum di oviduct yang kemudian akan membentuk zigot. ZIGOT berubah menjadi MORULA ---> BLASTULA ---> GASTRULA ---> EMBRIO yang akan menempel di rahim.

     Selaput pelindung embrio di dalam rahim, antara lain: Amnion, Korion, Alantois, dan Plasenta. Alantois adalah jaringan yang terletak di dalam tali pusat yang banyak mengandung pembuluh darah. Berikut gambarnya:


  • SIKLUS MENSTRUASI
       Siklus menstruasi dibedakan menjadi 4 fase:
1. Fase menstruasi (hari 1-4) = - ovum tidak dibuahi
                                            - sekresi progesteron berhenti
2. Fase pra-ovulasi (hari 5-13) =
     - Progesteron menurun dan memacu FSH (Folicle Stimulating Hormone)
     - ovum masak dan memacu sekresi estrogen
     - estrogen naik sehingga FSH menurun, yang diikuti sekresi LH (Luteinizing Hormone)
3. Fase Ovulasi (hari 14) = 
     - sekresi LH merangsang ovulasi
     - Terbentuk korpus luteum (badan kuning) yang menghasilkan progesteron
4. Fase pasca ovulasi (hari 15-28)=
     - apabila terjadi pembuahan, tidak terjadi pembentukan ovum
     - apabila tidak terjadi pembuahan, maka corpus luteum berubah menjadi korpus albicans
       dan sekresi hormon progesteron dan estrogen berhenti.
  • ALAT KONTRASEPSI

No.
Macam alat kontrasepsi
Keterangan
1
Sistem kalender (abstinensia)
Tidak melakukan hubungan intim di masa subur wanita
2
Pil KB
Pil mengandung hormon estrogen & progesteron
3
Susuk
Kapsul di pasang di lengan wanita; jumlah 2
4
Suntik hormon
Suntikan hormon
5
kondom
Untuk mencegah masuknya sel sperma
6
IUD (Intra Uterine Device)
Di pasang di rahim; cegah penempelan embrio
7
Jeli, busa & spons
Mengandung spermisida / pembunuh sperma
8
vasektomi
Pemotongan vas deferens pada pria
9
tubektomi
Pemotongan tuba fallopi pada wanita


    

                              















0 komentar:

Poskan Komentar